Oleh: Mumu | 3 November 2008

Menjadi dewasa..

Kemarin 2 November 2008, aku menghadiri resepsi pernikahan seorang teman baik. Adik kelas saat kuliah di FE Ubaya, koordinator humas Dewan Perwakilan Mahasiswa pada periode dimana aku diberi kesempatan tuk mengabdi sebagai ketua. Aktivis cewek yang membuatku lelah ditodong nomor HP-nya oleh para kumbang-kumbang yang seakan tak pernah habis mengagumi bunga ini. Kalau saja mereka tahu bagaimana “kelakuan aslinya”.. bagaimana gokil dan gilanya si covergirl tabloid kampus seperti yang kuketahui selama ini, sehingga membuatku menamai dirinya Melly lanang (cowok dalam bahasa jawa) dalam address book HP-ku. Kalau saja mereka tahu, mungkin akan sama ilfilnya denganku. Hahaha..

Si primadona kampus ini mengakhiri masa lajangnya. Dengan keputusannya untuk memakai jilbab sejak awal tahun ini, wisuda dengan nilai cum laude pada pertengahan bulan lalu dan pernikahannya dengan dokter paling cakep se-FK Unair (dan anak salah satu Guru Besar kedokteran).. Semua orang berkata, betapa sempurna hidupnya. Memang begitulah cerita kehidupan yang diimpikan tiap wanita Indonesia (atau paling tidak, sebagian besar!).

Sempurna..

Tapi bukan pernikahan sempurna itu yang membuatku ingin menulis postingan ini.. Bukan..

Awalnya saat undangan pernikahan dibagikan, undangan untukku bertuliskan namaku dan nama mantan pacar. Karena undangan-undangan yang akan disebarkan pada kawan-kawan yang lain dititipkan pada mantan pacarku, kesalahan ini masih sempat dikoreksi. Saat ditanyakan kenapa kok ditulis seperti itu, jawabannya (atau pertanyaan?) enteng.. “Loh kalian tuh beneran uda putus ya?” Hehehe.. Masa pacaran 3 tahun saat kuliah membuat aku dan mantan pacar seakan-akan dianggap satu dan tak terpisahkan. Mungkin karena saat masih bersama.. Dimana ada aku, selalu ada mantanku dan sebaliknya.

Lucu..

Tapi bukan ini pula yang menjadi alasanku tergerak menulis..

Saat berangkat ke tempat resepsi di Graha ITS (Wah, postingan ini memuat nama 3 kampus besar di Surabaya! Hehehe..), aku dan kawan-kawan memutuskan berangkat bersama. Jadi kita berkumpul di kos mantan pacarku untuk kemudian berangkat bareng-bareng. Karena ternyata yang ngumpul jauh kurang dari kapasitas mobil yang ada (4 mobil dengan hanya 10 calon penumpang), maka kuputuskan untuk memarkir mobilku di kos mantan pacar (Lumayan, hemat bensin!). Akupun akhirnya nebeng mobil pacar baru mantan pacarku. Hahaha..

Miris..

Sekali lagi, bukan ini.. Kali ini aku menulis bukan karena miris..

Aku menulis.. Karena hari ini 3 November setahun yang lalu aku putus dengan wanita yang kukasihi itu. Kita memutuskan untuk berpisah karena tidak ingin membuat keluarga semakin bergejolak akibat perbedaan keyakinan. Setahun yang lalu dia menangis, aku pun demikian (Walau air mataku baru tumpah saat meninggalkan kosnya, tak ingin aku membuatnya lebih sakit).

Entah mengapa, aku merasa kali ini aku menjadi semakin dewasa. Tidak terdengar aneh lagi saat kemarin mendengar mantanku memanggil dengan kata sayang pada pacar barunya (walau beberapa kali aku yang menoleh). Tidak terlihat aneh lagi saat melihat mereka berdekatan. Walau harus kuakui masih sayang (entah berapa kali aku pacaran dalam setahun ini yang kulakukan tanpa rasa cinta), namun entah mengapa.. Aku merasa bahagia melihat dia bahagia. Seperti lirik dalam salah satu lagu Ran.. “Kan kuhapus tangisku asal kau bahagia“. Mungkin itulah yang sedang kulakukan..

Aah.. Takkan kulupakan saat-saat indah bersama..

Terima kasih untuk segalanya..

Oleh: Mumu | 7 Agustus 2008

Is it to be or not to be?

Is it to be or not to be?


I don’t know.. Oh I really don’t know..

Why should I think about it?

Let just enjoy the life.. Live the life..

And stop asking that no answer question..

Oleh: Mumu | 16 Juni 2008

Lagu ini lagumu..

Lagu ini lagumu.. Mungkin salah.. Mungkin benar..

 

Surprise, surprise.. By The Rolling Stones

 

Well I told friends of mine you been tellin’ lies how I was wrapped up in you
But, surprise, surprise, surprise, surprise, I never wanted you that bad ‘
Cause I knew you was tellin’ lies, knew you was tellin’ lies
I could see it in your eyes
Why did you have to go and fool after we had along so fine
But, surprise, surprise, surprise, surprise, ain’t nothin’ strange to me ‘
Cause I knew you was tellin’ lies, knew you was tellin’ lies
I could see it in your eyes
Knew you was tellin’ lies, knew you was tellin’ lies
I could see it in your eyes
I hope you’re tired of all your chasin’ round thinkin’ I’m alone all night
But, surprise, surprise, surprise, surprise, you’re only fooling yourself
Knew you was tellin’ lies, knew you was tellin’ lies
I could see it in your eyes
Yeah baby you’re tired of all your chasin’ round thinkin’ I’m alone all night
‘Cause I knew you was tellin’ lies, knew you was tellin’ lies
Was tellin’ lies, yes I did, we had gone along so fine
I knew you was tellin’ lies, I knew you was talkin’ just
I could see it in your eyes
Oleh: Mumu | 12 Juni 2008

Karakter menurut Primbon?

Beberapa hari yang lalu seorang teman memperlihatkanku sebuah website yang berisi primbon (kepercayaan Jawa)..
Karena bukan orang Jawa, jadi aku gak terlalu mengerti ataupun tertarik..
Dia menjelaskan bahwa website tersebut juga berisi karakter orang yang lahir pada hari tertentu (weton)..
Setelah menanyakan tanggal lahirku, dia lalu memasukkan data tersebut di website “aneh” itu..

Dan yang keluar adalah..

 

29 April 1985
Senin Legi

    Kelompok ini suka berkeliling dan melihat-lihat dunia, entah secara fisik ataupun secara intelektual. Mereka juga suka berdebat. Namun, mereka tidak bersifat antagonis; kalangan ini sebenarnya terlalu sopan bahkan untuk bermimpi menyakiti perasaan orang lain. Konon mereka juga sangat murah hati. Tampaknya, mereka memiliki kepribadian yang cemerlang… jika saja mereka mau berhenti mencampuri urusan orang lain!

 

Hahahahahaha..

Tidak ada satupun yang bisa kubantah..
Apalagi bagian akhirnya..

Hehehehehe..

Bagi yang kenal aku..
Silahkan cocokkan dengan tulisan di atas..
Betulkah itu karakter Arthur?

 

Btw..

Bagiku, primbon bukan untuk dipercayai.. Hanya untuk having fun.. Buat bahan ketawa..

Bagi yang percaya.. Dasar Muysrik!

Hahaha.. Becanda.. Terserah kalian lah.. =)

Oleh: Mumu | 2 Mei 2008

Saat bertemu

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau
kasihi, haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk
bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah
pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah
bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati
tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu, ingat untuk bersyukur
padanya. Karena ia lah yang mengubah hidupmu.

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah
dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah
orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah
dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh.

 

Saat ulang tahunku kemarin, seseorang mengirimkan kata-kata ini padaku..

Terima kasih.. Untuk membuatku berpikir ulang akan arti orang-orang yang ada di hidupku..

Terutama kata-kata yang terakhir..

It means a lot..

 

Thanks dude!

Oleh: Mumu | 9 April 2008

8 Maret 2005 telah berlalu..

Hari itu.. 8 Maret 2005..

Kita membuat sekotak cinta layaknya kotak coklat.. Satu kotak, bermacam-macam rasa.. Yang dinikmati dengan segala ketulusan.. Tak tahu apa yang akan kita nikmati.. Hanya tulus menikmati..

Percaya bahwa apapun yang ada di depan.. Asalkan dilakukan bersama.. Akan kita lalui..

Hidupku indah.. Hidupmu juga.. Hidup kita indah..

Keindahan rasa kotak cinta itu pun membuat orang lain merasakan keindahan.. Kita berbagi dengan yang lain..

Kita.. Aku dan kamu.. Punya hidup yang indah..

Hari itu.. 3 November 2007..

Kotak Cinta kita yang penuh perbedaan mendapatkan komentar, makian dan gangguan.. Dari orang-orang yang tidak nyaman melihat kita bersama walau berbeda.. Perlahan-lahan kita ragu akan kenikmatannya.. Perlahan-lahan keindahan itu meredup..

Kita.. Aku dan Kamu.. Memutuskan tuk berpisah.. Kotak Cinta itu disimpan.. Membawa serta hatiku di dalamnya.. Dalam lemari “Perbedaan”..

Hidup tak lagi indah..

Aku mencoba berlari.. Mengutuki diriku, dirimu dan mereka..

Aku berlari dan berlari.. Dalam pelarian.. Mencoba melupakan.. Dalam pelarian..

Hari ini.. 8 April 2008..

3 Tahun 1 bulan telah lewat sejak kita membuat kotak cinta itu.. Aku menemuimu untuk memberikan sekotak coklat.. Nikmati coklat itu.. Karena untuk sekarang yang ada hanya itu..

Simpan dulu kotak cinta kita.. Sedang kucari kunci tuk membukanya kembali..

Kunci dengan label “Ketulusan”..

Oleh: Mumu | 4 April 2008

Doa tuk dirinya..

Tuhanku..

Dini hari ini aku kembali terbangun.. Seperti malam-malam sebelumnya..

Merasakan rindu yang teramat sangat..

Mencabik-cabik hatiku.. Hati yang hanya tinggal serpihan..

Mencoba mengingat yang kulalui bersamanya..

Apakah ini hukuman untukku ya Tuhan?

Sampai di mana aku akan KAU hukum?

Berikan belas kasihMU..

Bila memang dia bukan untukku..

Mengapa KAU ijinkan rasa rindu ini terus menghantui?

Taukah KAU betapa aku mengasihinya? Aku merindukannya Tuhan..

Hapus airmataku ini oh Tuhanku.. Aku lelaki..

Pantaskah menangis seperti ini?

Detik-detik yang kulalui tanpanya.. Begitu berat!

Tuhanku..

Berbelaskasihlah padaku..

Hukum aku.. Tapi jangan ambil cinta itu..

Jawab aku Tuhan..

Aku merindukannya.. Aku ingin bahagia bersamanya..

Hukum aku.. Tapi jangan ambil cinta itu..

Aku mencintainya..

Sungguh Tuhan.. Sungguh..

Ketulusanku untuknya..

Jumat, 4 April 2008 02.13 pagi.

Oleh: Mumu | 3 April 2008

Berusaha mencinta kembali

aku akan berusaha dalam setiap hari hidupku..
seakan-akan itu hari terakhir kakiku berpijak di bumi ini..
seakan-akan esok tak ada..
seakan-akan ajal bersiap menjemput..
seakan-akan esok tak ada..
aku akan beri cintaku seakan-akan tak ada waktu tuk bercinta lagi..
dengan segenap jiwaku..
dengan segenap akal budiku..
dan dengan sepenuh hatiku..

aku akan berusaha mencinta kembali..

Oleh: Mumu | 3 April 2008

Rasa Percaya itu telah hilang

Gimana sih cara ngembali’in rasa percaya dari orang laen?

Saat kepercayaan dikhianati..
Apa yang harus kita lakukan?
Apakah kita harus membalasnya agar dapat melupakan?
Ataukah ada cara lain?
Apakah masih ada kejujuran di dunia ini?

Pengkhianatan..
Apapun alasannya.. Apapun pembenaran yang diajukan..
Aku telah menyakiti orang yang sangat kusayang..
Membuatnya kehilangan rasa percaya..

Now..
It hurt me so..

Oleh: Mumu | 28 Maret 2008

Harga sebuah kehidupan..

Saat kamu membunuh..

Berkenankah itu di hadapan Tuhan?

Apa yang akan Tuhan lakukan?

Jangan lagi bicara agama denganku..

Kamu munafik.. Kamu berlindung di balik topeng agama..

Tak pernah kamu tunjukkan penyesalan..

Siapakah yang patut bertanggung jawab?

Terkutuklah kamu yang mau melakukan tapi tanpa mau bertanggung jawab..

Tuhan yang nanti akan menuntut tanggung jawab..

Pembunuh..

Kamu hancurkan kehidupan nyawa tak berdosa..

 

Ini untuk dia yang dulu kuanggap teman.. Yang mengaborsi janin pacarnya lalu memutus pacarnya itu.. Kini berlagak tak pernah terjadi apa-apa dan menjadi orang paling suci di dunia.. Sholat lancar.. Tahajud pula.. Tapi tetap “minum”.. Tetap “tidur” sana-sini.. Aku gak mau menghakimi.. Tapi apa aku harus diam saja.. Dan membiarkan orang lain menjadi korban? Aku muak.. Dasar Munafik!

Tulisan Sebelumnya »

Kategori